Aspal Karet Untuk Kualitas Jalan Yang Lebih Baik

Aspal Karet Untuk Kualitas Jalan Yang Lebih Baik

Karet alam merupakan elastomer yang pada awalnya berasal dari lateks yang berpenampilan seperti susu yang ditemukan dalam getah tanaman. Bentuk yang dimurnikan dari karet alam adalah polyisoprene kimia, yang juga dapat diproduksi secara sintetis. Karet alam merupakan polimer ideal untuk aplikasi teknik dinamis atau statis dalam penggunaan sehari-hari. Karet alam digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi dan produk, salah satunya adalah sebagai bahan tambah untuk aspal (aspal karet).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hasilnya menunjukkan aspal dengan campuran karet lebih kuat dibanding tanpa campuran karet serta kinerjanya lebih baik 50 persen dari ukuran kinerja aspal. Bisa diukur dari kelelehan, stabilitas, kekuatan terhadap kertas, kekuatan terhadap alur bisa lebih dari 50 persen.  (sumber: merdeka.com)

Aspal karet ini juga bisa mengatasi beberapa masalah kerusakan jalan seperti contohnya kerusakan deformasi permanen/rutting pada perkerasan jalan beraspal, dan kerusakan retak lelah pada perkerasan jalan beraspal.

Faktor penting yang membuat aspal dengan campuran karet lebih baik daripada aspal dengan tidak ada campuran karet adalah:

  • Karet alam lebih keras dan lebih elastis dibanding aspal sehingga jika dicampur dengan aspal dapat meningkatkan kekerasan dan keelastisan aspal
  • Makin keras aspal maka aspal makin tahan terhadap kerusakan deformasi permanen/rutting.
  • Makin elastis aspal maka makin tahan terhadap kerusakan deformasi permanen dan juga makin tahan terhadap kerusakan retak.

Beberapa alternatif jenis karet alam yang dapat dimanfaatkan:

Catatan:

Karet Cair (Lateks) Mudah pemanfaatannya namun ketersediaannya sedikit (0,25%) dan tidak dapat disimpan lama.

Karet Padat Lebih sulit pemanfaatannya namun ketersediaan banyak (97%) serta dapat disimpan lama. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang berinovasi bagi industri karet dan aspal modifikasi

(Sumber: Dr. Madi Hermadi – Balai Bahan Jalan Ditjen Bina Marga)

Leave a Reply

Close Menu
WhatsApp chat